Tuesday, December 09, 2014

Sendiri Kujatuh Cinta

Rusukku yang mendewasa? 

Karena sebenar-benarnya hidup adalah saat kau temukan potongan-potongan jiwamu ada dalam diri seseorang
Ketika potongan itu disatukan dengan yang lain
Ia akan melengkapi sisi yang kosong menutupi bagian yang bercelah
dan menguatkan kepercayaan yang kau genggam
Dia, rusukmu yang mendewasa
Apakah aku akan menyakiti diriku lagi jika kukatakan aku merindukanmu?
Sendiri tak selalu berarti sepi,
Jangan jatuh cinta karena enggan sendiri
Kairo, 28 November 2014
Abdullah Muhammad Faiq Alfarros
Syariah Islamiyyah
Faculty of Sharia wa al-qonun
Al-Azhar University

''Tidak akan dewasa seorang lelaki sebelum ibunya meninggal, tidak akan tenang seorang gadis sebelum ia menikah'', begitulah kiranya dengan cukup pepatah Arab menyajikan formula singkat 'bagaimana menjadi dewasa'. Atau bagaimana dari hal tersebutlah, lelaki atau pun wanita akan menjalani peran sebagai dewasa sebagai kata benda, bukan kata kerja.  

#6 Kuala Lumpur

Kuala Lumpur, hal terunik dari Malaysia adalah ketika di sini aku jumpai bagaimana negeri Jiran ini seperti namanya, muslim dan muslimah serasa hidup dan bersinergi dengan teknologi. MRT Stesen, Monorail Stesen banyak sekali dijumpai wanita-wanita muda menggunakan tas punggung mengenakan semacam gaun khas Melayu (Islam) dan itu terlihat unik.
Bagi saya tidak seperti Indonesia yang terkesan lebih 'modern' dan 'global', Malaysia is more truly Asia.

Menara Petronas tertulis 'Daulat Tuanku', entah apa artinya. Mungkin Pak Cik bisa menjelaskannya?
sumber foto: dokumen pribadi perjalanan Christian Reyner

#5 SINGAPORE

Singapura atau Singapore... . . . (speechless)
Kota dimana masih bisa kaitkan dengan kata 'rapi', 'luar biasa', 'aturan'. Kota yang sejauh ini saya kunjungi paling spektakuler, di malam hari atau pun siang hari. Kota di Asia dengan arsitektur modern dan tradisional berbaur. Kota wisata, dan satu kalimat pernah saya bilang, 'gw tidak akan ke Singapura lagi kecuali gw udah kaya'
Singapore, I'm comin'!
Merlion, Singapore Landmark. Sebenernya sempet foto di sini, namun untuk jaga citra diri lebih baik upload foto yang ini saja.
sumberfoto: therealsingapore.com 

Saturday, December 06, 2014

MTI AA, Rakata Team

Rakata Team, Create Care Conserve. Dari sinilah, aku yang dulu semasa SD dan SMP kerjaannya hanya sekedar oprek sepeda kayuh hadiah dari ayah dari siang hingga petang, sekarang menjadi mahasiswa yang kerjaannya hampir sama, oprek kendaraan 'sok go green'. Bagaimana dari tim ini aku belajar untuk merasa punya dan cinta untuk apa yang telah aku usahakan bersama.
Apa yang pernah aku ikut usahakan dan karyakan, semoga juga pernah menginspirasi bocah-bocah ini untuk menggunakan teknologi dengan baik dan sesuai tuntunan dalam Islam.

Terharu, ketika anak kecil ini terlihat senang naik Rakata V.3 (Maklumlah, masih belum pernah terharu angkat trophi hahaa).

MTI AA (Adik Asuh) berkunjung ke Markas Besar Rakata Team

sumber foto: dokumen pribadi Rakata Team 2015

Wednesday, November 26, 2014

'It was an open discussion, so he has right to state his opinion. Just because his opinion differed from mine doesnt mean it was a stab in the back. No, I just wanted him to be on my side.' 
— Park Shin Hye as Choi In-Ha, Pinocchio eps.4

#4 JAKARTA


Kota termegah Indonesia yang pernah aku kunjungi. BCA-SKYE, Mall of Indonesia, Bundaran HI, Segitiga Emas. Tak lupa gedung-gedung tersebut merajut kawasan slum di balik ketiak kota. Bandara Soekarno-Hatta, arsitektur Jakarta bukan ya? Satu gedung yang benar-benar berbeda dan memiliki arsitektur kota paling modern dan mentereng, Bakrie Tower. 40 Lantai, Visitor Management System, 64.856 sqm, looks like black diamond in the hotter Jakarta weather
sumberfoto: bakrieland.com

#3 BANDUNG

Guess, what building is it?
Paris van Java, mulai dari gedung tua Asia-Afrika, Gedung Sate, ITB hingga Masjid Raya Kota Bandung. Daya tarik eksotis Indonesia, modis namun tetap berbudaya. Membelah taman jalanan Dago yang memiliki wangi khas, Indonesian Aerospace yang menyisakan luka teknologi tinggi negeri.
'Jadi, seberapa dingin Bandung?' awal kalimat aku turun dari kereta di perhentian terakhir, St Hall.
Dari sinilah kumulai memahami beberapa jawaban dari pertanyaan penting sebagai perjuangan hidup :v Kuanggap ujung pulau sebagai batu loncatan melihat dunia dan menawarkan penawar racun sebagai antitesis ‘permasalahan masyarakat dunia’
sumberfoto: itb.ac.id

#2 SURABAYA


Tak banyak tahu mengenai arsitektur Surabaya, mengingat mungkin bisa dihitung dengan jari dan singkat sekali kuberkunjung ke kota ini. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, hingga kini masih menjadi tempat menarik untuk yang belum kesampaian dikunjungi. Selain itu, tata kota dan jalan-jalan yang lebar benar-benar rapi memang pantas menjadikan Surabaya sebagai kota terbesar ke-2 di Indonesia. Taman Bungkul, sekedar melintas namun mencolok mata.
Yang kuingat awal kupijak bumi di kota ini yaitu kedubes Jepang. Ya, saat itu aku sedang bersama teman lama tuk mengejar cita-cita ke negeri yang dulunya penguasa Asia, Jepang. Sayangnya, mungkin nanti saja kita kembali bermimpi kesana.
Sumber foto:www.eastjava.com
‘Si vis pacem, para bellum’ - if you want peace, prepare for war”
— adapted from a statement of Publius Flavius Vegetius Renatus in De Re Militari (4th or 5th century)

Personal Blog of Me

Bismillah

Faizal Arifurrahman, seorang mahasiswa jurusan Teknik Penerbangan  Bandung yang tertarik sekali dengan hal berkaitan dengan berbagai ide dan gagasan, kemudian untuk mendokumentasi dan sekedar ingin berbagi ditulislah pada dinding ini. Berikut adalah blog yang saya tulis dengan tema sederhana namun tetap berisi (sesuai materi).
Tulisan-tulisan yang berada di dinding ini adalah buah tangan dari pemikiran atau sekedar ide yang ditulis dengan bahasa pribadi (tidak formal). Kemudian, tulisan akan berisi kisaran politik, teknologi atau pun hobby dan pengalaman pribadi saya sendiri. Oleh karena itu, terima kasih jika kesampaian membaca tulisan-tulisan ini dan mohon maaf jika ada salah tulisan atau bahasa yang tidak berkenan.
Big efforts for Islam dignity victory and glory,
Faizal A.