Wednesday, November 26, 2014

'It was an open discussion, so he has right to state his opinion. Just because his opinion differed from mine doesnt mean it was a stab in the back. No, I just wanted him to be on my side.' 
— Park Shin Hye as Choi In-Ha, Pinocchio eps.4

#4 JAKARTA


Kota termegah Indonesia yang pernah aku kunjungi. BCA-SKYE, Mall of Indonesia, Bundaran HI, Segitiga Emas. Tak lupa gedung-gedung tersebut merajut kawasan slum di balik ketiak kota. Bandara Soekarno-Hatta, arsitektur Jakarta bukan ya? Satu gedung yang benar-benar berbeda dan memiliki arsitektur kota paling modern dan mentereng, Bakrie Tower. 40 Lantai, Visitor Management System, 64.856 sqm, looks like black diamond in the hotter Jakarta weather
sumberfoto: bakrieland.com

#3 BANDUNG

Guess, what building is it?
Paris van Java, mulai dari gedung tua Asia-Afrika, Gedung Sate, ITB hingga Masjid Raya Kota Bandung. Daya tarik eksotis Indonesia, modis namun tetap berbudaya. Membelah taman jalanan Dago yang memiliki wangi khas, Indonesian Aerospace yang menyisakan luka teknologi tinggi negeri.
'Jadi, seberapa dingin Bandung?' awal kalimat aku turun dari kereta di perhentian terakhir, St Hall.
Dari sinilah kumulai memahami beberapa jawaban dari pertanyaan penting sebagai perjuangan hidup :v Kuanggap ujung pulau sebagai batu loncatan melihat dunia dan menawarkan penawar racun sebagai antitesis ‘permasalahan masyarakat dunia’
sumberfoto: itb.ac.id

#2 SURABAYA


Tak banyak tahu mengenai arsitektur Surabaya, mengingat mungkin bisa dihitung dengan jari dan singkat sekali kuberkunjung ke kota ini. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, hingga kini masih menjadi tempat menarik untuk yang belum kesampaian dikunjungi. Selain itu, tata kota dan jalan-jalan yang lebar benar-benar rapi memang pantas menjadikan Surabaya sebagai kota terbesar ke-2 di Indonesia. Taman Bungkul, sekedar melintas namun mencolok mata.
Yang kuingat awal kupijak bumi di kota ini yaitu kedubes Jepang. Ya, saat itu aku sedang bersama teman lama tuk mengejar cita-cita ke negeri yang dulunya penguasa Asia, Jepang. Sayangnya, mungkin nanti saja kita kembali bermimpi kesana.
Sumber foto:www.eastjava.com
‘Si vis pacem, para bellum’ - if you want peace, prepare for war”
— adapted from a statement of Publius Flavius Vegetius Renatus in De Re Militari (4th or 5th century)

Personal Blog of Me

Bismillah

Faizal Arifurrahman, seorang mahasiswa jurusan Teknik Penerbangan  Bandung yang tertarik sekali dengan hal berkaitan dengan berbagai ide dan gagasan, kemudian untuk mendokumentasi dan sekedar ingin berbagi ditulislah pada dinding ini. Berikut adalah blog yang saya tulis dengan tema sederhana namun tetap berisi (sesuai materi).
Tulisan-tulisan yang berada di dinding ini adalah buah tangan dari pemikiran atau sekedar ide yang ditulis dengan bahasa pribadi (tidak formal). Kemudian, tulisan akan berisi kisaran politik, teknologi atau pun hobby dan pengalaman pribadi saya sendiri. Oleh karena itu, terima kasih jika kesampaian membaca tulisan-tulisan ini dan mohon maaf jika ada salah tulisan atau bahasa yang tidak berkenan.
Big efforts for Islam dignity victory and glory,
Faizal A.